Tiga orang tahanan menghadapi hukuman mati Oleh penjaga penjaradiberi kebebasan untuk memilih jenis hukuman : 'Ditembak,Digunting,Disuntikvirus hiv.'
Yang pertama berkata : "Tembak aku di kepala."
Yang kedua: "Gantung saja aku."
Yang ketiga " "Suntikkan saja hiv ke aku."
Lalu penjaga memberikan suntikan,lalu tahanan tersebut tertawa terbahak-bahak,penjaga penjara kebingungan, bahkan banduan tersebut minta disuntik lagi. Dandia tertawa lagi sampai terguling-guling di lantai.
Lalu penjaga penjara bertanya: "kenapa kamu gelak?"
jawabnya : "Haha...haha....ha.....kalian semuanya ***** aku kan pakaikondom!"
Lawak 2
Seorang gadis, hitam manis, duduk di sebuah bar...
"Hai, boleh saya belanja anda minum?", tawar seorang laki-laki mudamenghampirinya.
"Apa? Ke hotel?", teriak si gadis.
"Bukan, bukan. Jangan salah paham. Saya hanya mahu belanja minum..."
"Kau meminta aku menemanimu ke hotel?" teriak si gadis lebih keras.Merasa ditolak, dengan perasaan malu, laki2-laki muda itu beredar dan duduk disudut ruangan.
Semua orang di bar memandang laki-laki itu dengan sinis dan mencebir.
Beberapa minit kemudian, si gadis menghampiri si laki-laki muda itu."Maafkan saya. Saya sedang menyamar. Sebenarnya, saya adalah seorangmahasiswa psikologi yang sedang mempelajari tingkah laku manusia ketikamenghadapi situasi yang tidak dikehendakinya."
Si laki-laki menatap perempuan itu dengan dingin. Kemudian berteriak denganamat kuatnya, "Berapa? Dua ratus ringgit??!!!?"
Lawak 3
Pada suatu hari, seorang budak kecilsedang mandi bersama ibunya. Kemudian dia bertanya kepada ibunya, "Bu, apayang ada di dada Ibu itu?"
Bingung menjawab, sang ibu menjawab,"Tanya saja sama Bapakmu besok waktusarapan."
Keesokan harinya ketika sedang sarapan dengan Bapaknya, si budak bertanya,"ak! Tau tak benda apa yang ada di dada Ibu?"
Si Bapak walaupun bingung tapi dapat cepat menjawab "Ooh... itu belon,sayang, nanti kalo Ibu meninggal, kita boleh meniupnya supaya Ibumu dapatterbang ke surga."
Si anak kecil mengangguk-angguk faham. Beberapa minggu kemudian, si Bapak pulang lebih awal dari pejabat. Di depan rumah, dia melihat anaknya lari kearahnya sambil menangis tersedu-sedu.
"Bapak...! Ibu mau meninggal.." katanya tersedu-sedu.
Setelah menenangkan anaknya si Bapak pun bertanya,"Mengapa kau cakap Ibumumau meninggal?"
Si anak menjawab,"Tadi Pak Abu jiran kita meniup belon Ibu, dan Ibu berteriak"Oohh...! yes.. teruskan, aku hampir sampai..!"
Tiada ulasan:
Catat Ulasan